logo

Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

2026-07-14

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100
Detail Kasus

Kromatografi gas memainkan peran yang sangat penting dalam mendeteksi residu resin dalam saponin notoginseng Panax. Panax notoginsengsaponin berfungsi sebagai bahan baku inti untuk obat kardiovaskular dan serebrovaskular seperti Xueshuantong, dan proses pemurniannya biasanya menggunakan resin adsorpsi makropori. Namun, proses ini dapat menimbulkan residu pelarut organik berbahaya, termasuk n-heksana, benzena, toluena, xilena, stirena, dan divinilbenzena. Residu ini berpotensi menjadi racun bagi tubuh manusia; oleh karena itu, penting untuk menetapkan metode analisis yang sensitif dan akurat untuk pemantauan yang ketat.

Penelitian ini dilakukan sesuai dengan Farmakope Tiongkok edisi terbaru, menggunakan kromatografi gas Wayeal Technology GC6100 yang dilengkapi dengan detektor ionisasi api (FID) dan digabungkan dengan headspace sampler otomatis untuk penentuan residu resin dalam sampel saponin notoginseng Panax.

Kata Kunci : Saponin notoginseng Panax; sisa pelarut; kromatografi gas; Detektor FID; ruang kepala.

1. Metode Eksperimen

1.1 Konfigurasi Instrumen

Tabel 1 Daftar Konfigurasi Kromatografi Gas

TIDAK.

Nama

Jumlah

1

Kromatografi Gas GC6100

1

2

Detektor FID

1

3

Sampler Headspace Otomatis

1

1.2 Bahan Percobaan dan Peralatan Penolong

Standar referensi: Bahan referensi bersertifikat dari larutan standar n-heksana, benzena, toluena, p-xilena, o-xilena, stirena, 1,2-dietilbenzena, dan divinilbenzena (dibeli sendiri), disimpan dalam wadah tertutup dalam lemari pendingin dan terlindung dari cahaya;

N,N-dimetilformamida;

Gas pembawa: Nitrogen dengan kemurnian tinggi;

generator hidrogen;

Pembangkit udara;

Sampler headspace otomatis;

Botol ruang kepala: Botol kaca ruang kepala (20 mL).

1.3 Kondisi Pengujian

1.3.1 Kondisi Referensi untuk Headspace Sampler

Suhu oven: 90°C;

Waktu inkubasi: 30 menit;

Suhu katup injeksi: 110°C;

Suhu saluran transfer: 120°C;

Volume injeksi: 1,0mL (volume putaran).

1.3.2 Referensi Kondisi Operasi Kromatografi Gas

Kolom analitik: kolom kapiler FFAP, 30m×0,25mm×0,25μM

Program suhu: Suhu kolom awal 60°C ditahan selama 16 menit, lalu ditingkatkan menjadi 200°C dengan laju 20°C/menit, dan ditahan selama 2 menit;

Laju aliran kolom: 1,0 mL/menit;

Suhu masuk: 240°C;

Suhu detektor: 300°C;

Laju aliran udara: 300mL/menit;

Laju aliran hidrogen: 40mL/menit;

Laju aliran riasan: 20mL/menit;

Injeksi split dengan rasio split 2:1.

1.4 Persiapan Solusi

1.4.1 Penyusunan Larutan Stok Standar Referensi

Timbang secara akurat sejumlah standar referensi n-heksana, benzena, toluena, p-xilena, o-xilena, stirena, 1,2-dietilbenzena, dan divinilbenzena, dan larutkan dalam N,N-dimetilformamida untuk membuat larutan yang mengandung 20μg/mL masing-masing n-heksana, toluena, p-xilena, o-xilena, stirena, 1,2-dietilbenzena, dan divinilbenzena, dan 4μg/mL benzena, masing-masing, berfungsi sebagai larutan stok standar referensi.

1.4.2 Pembuatan Larutan Kerja Standar Campuran

Pindahkan 2mL larutan stok standar referensi secara akurat ke dalam labu takar 50mL, encerkan hingga volume dengan larutan 25% N,N-dimetilformamida, dan aduk rata. Pindahkan 5mL larutan ini secara akurat ke dalam botol headspace 20mL, segel, dan diperoleh larutan kerja standar campuran.

1.4.3 Pembuatan Larutan Baku Uji Batas Deteksi

Pindahkan 2mL larutan stok standar referensi secara akurat ke dalam labu takar 500mL, encerkan hingga volume dengan larutan 25% N,N-dimetilformamida, dan aduk rata. Pindahkan 5mL larutan ini secara akurat ke dalam botol headspace 20mL, segel, dan larutan standar untuk uji batas deteksi diperoleh.

2. Hasil dan Pembahasan

2.1 Analisis Kualitatif Standar Acuan

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 1 Kromatogram Pelarut Kosong

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 2 Kromatogram Larutan Kerja Standar Campuran

Tabel 2 Parameter Kromatografi Larutan Kerja Standar Campuran

Nama Senyawa

Waktu Retensi (menit)

Daerah Puncak

Nomor Plat Teoritis

Resolusi

n-Heksana

2.052

92.903

9.532

12.922

benzena

3.136

12.547

22.458

15.086

Toluena

4.270

52.145

65.784

22.422

p-Xylene

6.178

47.608

56.890

15.275

o-Xylene

8.011

37.963

55.150

24.434

stirena

12.151

26.830

57.649

30.670

1,2-Dietilbenzena

17.152

39.951

307.766

45.030

Divinilbenzena-1

21.241

7.698

2.149.971

2.807

Divinilbenzena-2

21.405

3.104

2.095.121

T/A

Catatan: Kromatogram di atas menunjukkan bahwa semua puncak kromatografi terpisah satu sama lain, dengan resolusi lebih besar dari 1,5, sehingga memenuhi persyaratan untuk analisis eksperimental.

2.2 Uji Pengulangan

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 3 Kromatogram Lapisan Campuran Larutan Kerja Standar untuk Uji Pengulangan (n=5)

Tabel 3 Parameter Kromatografi Larutan Kerja Standar Campuran untuk Uji Pengulangan

Nama Senyawa

RSD Waktu Retensi (%)

RSD Area Puncak (%)

n-Heksana

0,022

0,903

benzena

0,017

0,898

Toluena

0,023

1.169

p-Xylene

0,027

0,926

o-Xylene

0,031

0,859

stirena

0,021

0,967

1,2-Dietilbenzena

0,015

0,849

Divinilbenzena-1

0,004

1.288

Divinilbenzena-2

0,003

1.035

Catatan: Larutan kerja standar campuran diinjeksikan terus menerus sebanyak 5 kali, dan RSD area puncaknya adalah1,5%.

2.3 Batas Deteksi

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 4 Kromatogram Larutan Standar Uji Batas Deteksi

Tabel 4 Parameter Kromatografi Larutan Standar Uji Batas Deteksi

Nama Senyawa

Waktu Retensi (menit)

Daerah Puncak

Rasio Sinyal terhadap Kebisingan (S/N)

LOD (μg/mL)

LOQ (μg/mL)

n-Heksana

2.056

6.895

669.459

0,36×10³

1,19 × 10³

benzena

3.138

1.344

118.687

0,40 × 10³

1,35 × 10³

Toluena

4.273

5.321

562.650

0,42×10³

1,42 × 10³

p-Xylene

6.177

4.901

350.389

0,68 × 10³

2,28 × 10³

o-Xylene

8.010

4.023

219.546

1,09 × 10³

3,64 × 10³

stirena

12.147

2.757

105.090

2,28 × 10³

7,61 × 10³

1,2-Dietilbenzena

17.150

4.221

251.686

0,95 × 10³

3,18 × 10³

Divinilbenzena-1

21.243

0,902

111.438

2,15 × 10³

7,18 × 10³

Divinilbenzena-2

21.408

0,374

45.794

5,24 × 10³

1,75 × 10²

Catatan: Batas deteksi (LOD) ditentukan pada rasio signal-to-noise (S/N) sebesar 3, dan batas kuantisasi (LOQ) ditentukan pada rasio signal-to-noise (S/N) sebesar 10. Baik nilai LOD maupun LOQ ternyata memenuhi persyaratan standar.

2.4 Analisis Sampel

Timbang secara akurat sekitar 0,1 g setiap sampel (masing-masing 0,1017 g, 0,1026 g, dan 0,1023 g) ke dalam vial headspace 20 mL yang terpisah, lalu tambahkan secara akurat 5 mL larutan 25% N, N-dimetilformamida ke setiap vial, tutup rapat, dan kocok hingga tercampur rata.

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 5 Kromatogram yang Dilapisi dari Tiga Larutan Sampel

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan residu resin dalam Panax Notoginseng Saponin dengan Wayeal Gas Chromatograph GC6100

Gambar 6 Kromatogram yang Dilapisi dari Larutan Sampel dan Larutan Standar Referensi

Catatan: Tidak ada n-heksana, benzena, toluena, p-xilena, o-xilena, stirena, 1,2-dietilbenzena, atau divinilbenzena yang terdeteksi dalam sampel.

3. Kesimpulan

Dalam penelitian ini, kromatografi gas Wayeal GC6100 yang dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala (FID) dan digabungkan dengan headspace sampler otomatis digunakan untuk penentuan residu resin dalam sampel saponin notoginseng Panax. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa semua puncak kromatografi terpisah dengan baik, dengan resolusi lebih besar dari 1,5, memenuhi persyaratan untuk tujuan analisis. Hasil pengujian kemampuan pengulangan dan batas deteksi metode ini semuanya memenuhi persyaratan yang ditentukan. Tidak ada n-heksana, benzena, toluena, p-xilena, o-xilena, stirena, 1,2-dietilbenzena, atau divinilbenzena yang terdeteksi dalam sampel uji, yang menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil ini menunjukkan bahwa kromatografi gas Wayeal GC6100 sepenuhnya mampu memenuhi persyaratan analitik untuk penentuan residu resin dalam sampel saponin notoginseng Panax.

4. Perhatian

Semua operasi yang melibatkan persiapan pelarut dan larutan standar, serta perlakuan awal sampel, harus dilakukan di lemari asam. Peralatan pelindung diri yang sesuai harus dipakai sesuai dengan peraturan keselamatan laboratorium untuk menghindari kontak dengan kulit dan pakaian.