Penentuan Kandungan Indium dan Timah dalam Larutan Etsa dengan Spektrofotometer Serapan Atom Wayeal
2026-07-07
Variasi konsentrasi indium dan timah dalam larutan etsa secara langsung mempengaruhi laju etsa dan presisi pola. Dengan menentukan isinya, kondisi etsa dapat dikontrol secara tepat untuk menghindari etsa yang tidak lengkap atau berlebihan yang disebabkan oleh fluktuasi konsentrasi, sehingga menjamin hasil produk. Selain itu, baik indium maupun timah merupakan logam langka, dan harga indium sangat mahal. Deteksi ini memungkinkan penentuan apakah larutan etsa telah mencapai "akhir masa pakainya", yang tidak hanya menghindari limbah yang disebabkan oleh penggantian dini namun juga memungkinkan pemantauan konsentrasi logam dalam larutan limbah, memfasilitasi pemulihan dan penggunaan kembali yang efisien, dan mengurangi biaya produksi secara signifikan.
Sementara itu, seiring berjalannya proses etsa, indium dan timah terlarut akan terus terakumulasi. Penentuan rutin memungkinkan pemantauan tingkat penuaan bak mandi, memungkinkan keputusan apakah akan mengisi ulang dengan larutan baru atau mengganti seluruh bak mandi, sehingga menjaga kontinuitas dan stabilitas jalur produksi.
Larutan limbah yang mengandung indium dan timah tergolong bahan berbahaya. Penentuan kandungannya secara akurat merupakan langkah penting dalam pengolahan air limbah, pelaporan peraturan, dan kepatuhan terhadap standar emisi lingkungan, yang membantu perusahaan melakukan pembuangan dengan benar sesuai dengan peraturan dan menghindari risiko lingkungan.
Kata kunci:Penyerapan atom; metode tungku grafit; solusi etsa; indium; timah.
1. Metode Eksperimen
1.1 Konfigurasi Instrumen
Tabel 1 Daftar Konfigurasi Spektrofotometer Serapan Atom
|
TIDAK. |
Modular |
Jumlah |
|
1 |
Spektrofotometer Serapan Atom AA2310 |
1 |
|
2 |
Tungku Grafit GF2310 |
1 |
|
3 |
Pengambil sampel otomatis AS2310 |
1 |
|
4 |
Sirkulasi Pendingin Air Pendingin |
1 |
|
5 |
Gas Argon dengan Kemurnian Tinggi |
1 |
|
6 |
Lampu Katoda Berongga Indium |
1 |
|
7 |
Lampu Katoda Berongga Timah |
1 |
1.2 Reagen dan Bahan Percobaan
1.2.1 Larutan standar indium: 1000mg/L;
1.2.2 Larutan standar timah: 1000mg/L;
1.2.3 Asam klorida: reagen terjamin;
1.2.4 Asam nitrat: reagen terjamin;
1.2.5 Asam perklorat: reagen terjamin;
1.2.6 wadah Polytetrafluoroethylene (PTFE);
1.2.7 Tampilan digital pelat panas listrik.
2. Hasil dan Pembahasan
2.1 Kondisi Spektral Unsur
|
Parameter |
Di (India) |
Sn (Timah) |
|
Saat ini (mA) |
3 |
4 |
|
Bandwidth Spektral (nm) |
0,2 |
0,4 |
|
Karakteristik Panjang Gelombang (nm) |
303.9 |
286.3 |
|
Koreksi Latar Belakang |
AA-BG |
AA-BG |
2.1.1 Pengujian Kurva Baku
|
Tabel Konsentrasi Gradien Seri Kurva Standar (μg/L) |
||||||
|
Nama Komponen |
Kurva Berdiri 1 |
Kurva Berdiri 2 |
Kurva Berdiri 3 |
Kurva Berdiri 4 |
Kurva Berdiri 5 |
Kurva Berdiri 6 |
|
India |
5 |
10 |
20 |
30 |
40 |
50 |
|
Timah |
5 |
10 |
20 |
30 |
40 |
50 |
Kurva Standar Indium

Kurva Standar Timah

2.1.2 Hasil Pengujian Sampel Tertentu
|
Nama Sampel |
Analis |
Volume Sampel (mL) |
Volume Akhir (mL) |
Faktor Pengenceran |
Konsentrasi Uji (μg/L) |
Konten dalam Sampel (μg/L) |
|
Sampel |
India |
1.0 |
10 |
1 |
dan |
Tidak terdeteksi |
|
Timah |
1.0 |
10 |
2 |
10.5208 |
210 |
3. Perhatian
3.1 Selama perlakuan awal sampel, asam klorida, asam nitrat, dan asam perklorat yang ditambahkan semuanya merupakan larutan asam kuat; tindakan perlindungan yang tepat harus diambil. Seluruh proses ini harus dioperasikan dalam lemari asam.
4. Kesimpulan
Hasil percobaan menunjukkan bahwa koefisien korelasi linier untuk indium dan timah lebih besar atau sama dengan 0,999. Metode ini akurat, andal, dan sangat sensitif, serta dapat digunakan untuk penentuan indium dan timah dalam sampel.