logo

Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

2026-07-16

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion
Detail Kasus

Larutan berair glifosat, sebagai herbisida non-selektif, mempunyai khasiat herbisida yang berkorelasi langsung dengan kandungan bahan aktif dan ion pembentuk garam. Jika kandungan ion isopropilamina atau ion dimetilamina dalam produk tidak memenuhi standar yang ditentukan (yaitu, tidak memenuhi spesifikasi kualitas produk pestisida), khasiat herbisida akan sangat berkurang, sehingga sulit untuk memberantas gulma yang membandel seperti alang-alang dan alang-alang. Hal ini selanjutnya dapat menyebabkan berkurangnya hasil panen atau bahkan gagal panen total, sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi petani.

Dalam pengujian ini, kolom kromatografi kation berbasis asam metanasulfonat NovaChrom MS-5C-P2 (4.6×250mm) digunakan untuk penentuan larutan berair glifosat-dimetilamina 30% dan larutan berair glifosat 800g/L (garam isopropilamina). Prosedur pengujiannya mudah, dan hasilnya stabil, memenuhi persyaratan analitis. Ini memberikan referensi yang dapat diandalkan untuk penentuan dimetilamina dan isopropilamina dalam larutan berair glifosat dengan kromatografi ion.

Kata kunci:kolom kromatografi ion; pestisida; 30% larutan berair glifosat-dimetilamina; 800g/L larutan berair glifosat (garam isopropilamina); kolom kromatografi kation; isopropilamina; dimetilamina.

1. Eksperimen

1.1 Instrumen dan Reagen

Kromatografi ion: Kromatografi ion wayeal, dilengkapi dengan detektor konduktivitas dan penekan kation.

Kolom kromatografi kation: MS-5C-P2, 4.6×250mm;

Kolom pelindung kation: MS-5CG, 4×30mm;

isopropilamina;

Dimetilamina (dimetilamina hidroklorida);

Jarum suntik sekali pakai (5mL);

Filter jarum suntik berair (0,22μM);

1.2 Perlakuan Awal Sampel

1.2.1 Persiapan Larutan Stok Standar

Timbang 0,1484g standar isopropilamina dan pindahkan ke dalam labu takar 250mL. Tambahkan air ultra murni sampai tandanya, dan aduk hingga rata dengan cara dikocok. Pindahkan 10mL larutan di atas ke dalam labu takar 50mL, tambahkan air ultra murni hingga tanda batas, dan aduk rata untuk mendapatkan larutan antara isopropilamina dengan konsentrasi sekitar 118,13mg/L. Pindahkan 1mL, 2mL, 3mL, 5mL, 7mL, dan 10mL larutan isopropilamina antara ke dalam enam labu takar 100mL terpisah, dan saring hingga volumenya dengan air ultra murni. Ini menghasilkan kurva kalibrasi untuk isopropilamina pada rentang konsentrasi sekitar 1,1813mg/L hingga 11,813mg/L.

Timbang 0,1446g standar dimetilamin (sebagai dimetilamin hidroklorida) dan pindahkan ke dalam labu takar 100mL. Tambahkan air ultra murni untuk mengatur volumenya, dan aduk hingga rata dengan cara dikocok. Pindahkan 10mL larutan di atas ke dalam labu takar 50mL, tambahkan air ultra murni hingga tanda batas, dan aduk rata untuk mendapatkan larutan dimetilamin antara dengan konsentrasi sekitar 158,30mg/L.

1.2.2 Persiapan Larutan Sampel

Larutan berair 30% glifosat-dimetilamina (0,3694g/100mL): Encerkan larutan berair 30% glifosat-dimetilamina (0,3694g/100mL) sebanyak 50 kali lipat, lalu masukkan melalui kartrid ekstraksi fase padat C18. Selanjutnya, saring eluat melalui 0,22μm filter jarum suntik berair sebelum digunakan.

800g/L larutan berair glifosat (garam isopropilamina) (0,3753g/100mL): Encerkan larutan berair 800g/L glifosat (garam isopropilamina) (0,3753g/100mL) sebanyak 50 kali lipat, lalu masukkan ke dalam kartrid ekstraksi fase padat C18. Selanjutnya, saring eluat melalui 0,22μm filter jarum suntik berair sebelum digunakan.

1.3 Kondisi Kerja Instrumen

Tabel 1

Kolom

MS-5C-P2, 4,6 × 250mm, 5μm

Kolom penjaga

MS-5CG, 4*30mm

Fase seluler

30mM asam metanasulfonat (MSA)

Laju aliran

1,0mL/menit

Volume injeksi

25μL

Suhu kolom

40°C

Suhu detektor

40°C

Suhu sel

45 °C

Penekan arus

90mA

2.Hasil dan Pembahasan

2.1 Uji Linier

Sampel konsentrasi kurva standar dimetilamina dan isopropilamina yang dibuat pada Bagian 1.2.1 diuji sesuai dengan metode instrumental yang dijelaskan dalam Bagian 1.3. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 1. Kromatogram Uji Linier Dimetilamina

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 2. Kromatogram Uji Linier Isopropilamin

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 3 Data Uji Linear

2.2 Pengujian Sampel

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 4. Kromatogram Larutan Berair Glifosat 800g/L (garam isopropilamina) Diencerkan 50 kali lipat

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 5. Kromatogram Larutan Berair Glifosat-dimetilamina 30% Diencerkan 50 kali lipat

Tabel 2 Data Uji

Nama Sampel

Waktu Retensi (menit)

Area Puncak (μS·s)

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi (mg/L)

Isi (%)

Sampel – Isopropilamin

14.91

96.015

13.761

50

688.05

18.3

Sampel – Isopropilamin

14.89

96.337

13.809

50

690,45

18.4

Contoh – Dimetilamin

9.207

87.643

5.346

50

267.6

7.2

Contoh – Dimetilamin

9.213

87.741

5.352

50

267.6

7.2

2.3 Uji Pengulangan Sampel

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 6. Kromatogram yang Dilapisi dari Enam Suntikan Berturut-turut dari Larutan Berair 30% Glifosat-dimetilamina Diencerkan 50 kali lipat

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Dimethylamine dan Isopropylamine dalam Larutan Air Glyphosate Menggunakan Kolom Kromatografi Ion

Gambar 7. Kromatogram Overlay dari Enam Suntikan Berturut-turut dari Larutan Berair Glifosat 800g/L (garam isopropilamina) Diencerkan 50 kali lipat

Tabel 3 Data Uji

Nama Senyawa

Dimetilamin

Isopropilamin

/

Waktu Retensi (menit)

Area Puncak (μS·s)

Waktu Retensi (menit)

Area Puncak (μS·s)

1

9.207

87.607

14.96

94.875

2

9.207

87.643

14.933

95.407

3

9.213

87.741

14.91

96.015

4

9.217

87.8

14.89

96.337

5

9.207

87.859

14.887

96.812

6

9.21

87.761

14.907

96.088

Rata-rata

9.21

87.761

14.907

96.088

RSD(%)

0,045

0,137

0,24

0,873

3. Kesimpulan

Dalam penelitian ini, kolom MS-5C-P2 berbasis asam metanasulfonat NovaChrom (4.6×250mm) dan kromatografi ion Wayeal digunakan untuk penentuan larutan berair glifosat-dimetilamina 30% dan larutan berair glifosat 800g/L (garam isopropilamina). Hasilnya menunjukkan linearitas yang baik, resolusi memuaskan, dan sensitivitas deteksi tinggi, yang sepenuhnya memenuhi persyaratan analitis.