logo

Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

2026-08-06

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom
Detail Kasus

Kromatografi ion (IC) menawarkan sensitivitas tinggi dan selektivitas tinggi, memungkinkan penentuan ion beracun dan berbahaya dengan konsentrasi rendah secara akurat dalam air limbah minyak bumi, seperti kation logam berat dan klorida (Cl) konsentrasi tinggi). Teknologi ini memberikan data yang akurat untuk pembuangan air limbah yang sesuai, secara efektif memitigasi risiko lingkungan, dan memastikan bahwa perusahaan memenuhi persyaratan peraturan. Dengan memungkinkan analisis cepat terhadap komposisi ionik dan variasi konsentrasi dalam air limbah, teknik ini memberikan dasar ilmiah untuk menyesuaikan dosis bahan kimia dalam proses pengolahan dan mencegah kerak dan korosi peralatan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pengurangan biaya dan efisiensi operasional. Dalam penelusuran sumber polusi dan tanggap darurat, kemampuan pendeteksiannya yang berefisiensi tinggi memungkinkan identifikasi sumber kontaminasi secara cepat dan menangkap sinyal mutasi konsentrasi secara real-time, sehingga memberikan waktu kritis untuk tindakan tanggap darurat. Selain itu, teknologi ini dapat menyediakan data yang dapat diandalkan untuk penggunaan kembali air limbah dan pemulihan ion-ion berharga, sehingga mendorong daur ulang sumber daya dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Dalam penelitian ini, kolom kromatografi NovaChrom dan kromatografi ion Wayeal digunakan untuk penentuan anion dan kation dalam air limbah minyak bumi. Proses pengujiannya sederhana, hasil pengujiannya stabil, dan memenuhi persyaratan pengujian. Penelitian ini memberikan referensi praktis untuk penentuan anion dan kation dalam air limbah minyak bumi dengan metode kromatografi ion.

Kata kunci: kolom kromatografi ion; air limbah minyak bumi; anion; kation; ion halida; strontium; barium; yodium.

1. Eksperimen

1.1 Instrumen dan Reagen

Kromatografi ion: Kromatografi ion wayeal, dilengkapi dengan detektor konduktivitas.

Kolom kromatografi anion: HS-5A-P3, 4.0×250mm;

Kolom pelindung anion: HS-5AG, 4×30mm;

Kolom kromatografi kation: MS-5C-P1, 4.6×250mm;

Kolom pelindung kation: MS-5CG, 4×30mm;

Kartrid pra-perawatan: Kartrid RP, Kartrid Na;

Larutan standar klorida (1000mg/L);

Larutan standar bromida (1000mg/L);

Larutan standar iodida (1000mg/L);

Larutan standar natrium (1000mg/L);

Larutan standar kalium (1000mg/L);

Larutan standar magnesium (1000mg/L);

Larutan standar kalsium (1000 mg/L);

Larutan standar strontium (1000mg/L);

Larutan standar barium (1000mg/L);

Jarum suntik sekali pakai (2mL);

Filter jarum suntik berair (0,45μM);

1.2 Perlakuan Awal Sampel

1.2.1 Perlakuan Awal Sampel untuk Analisis Anion

Sampel pertama kali disaring melalui 0,45μm filter membran berair. Filtratnya kemudian dilewatkan secara berurutan melalui kartrid RP dan kartrid Na untuk pemurnian, dan akhirnya diencerkan 1000 kali lipat dan 50 kali lipat sebelum dianalisis.

1.2.2 Perlakuan Awal Sampel untuk Analisis Kation

Sampel pertama kali disaring melalui 0,45μm filter membran berair. Filtratnya kemudian dilewatkan melalui kartrid RP untuk pemurnian, dan akhirnya diencerkan 500 kali lipat dan 50 kali lipat sebelum dianalisis.

1.3 Kondisi Pengoperasian Instrumen

1.3.1 Kondisi Operasi Analisis Anion

Suhu kolom: 30°C;

Suhu sel konduktivitas: 35°C;

Eluen: 21elusi gradien KOH 40mM;

Laju aliran: 1.0mL/menit;

Volume injeksi: 25μL

1.3.2 Kondisi Operasi Analisis Kation

Suhu kolom: 40°C;

Suhu sel konduktivitas: 45°C;

Eluen: 12mM MSA (asam metanasulfonat);

Laju aliran: 1.0mL/menit;

Volume injeksi: 25μL

2. Hasil dan Pembahasan

2.1 Pengujian Anion

2.1.1 Kalibrasi Kurva Standar

Tabel 1

Gradien Konsentrasi Seri Kurva Standar (mg/L)

Senyawa

Kurva Standar 1

Kurva Standar 2

Kurva Standar 3

Kurva Standar 4

Kurva Standar 5

Kl

2

4

10

15

20

Br-

1

2

3

5

8

SAYA

0,5

1

2

3

5

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 1. Kromatogram Lapisan Larutan Kalibrasi Kurva Standar

Tabel 2. Data Linearitas Anion

Menggabungkan

Persamaan Kalibrasi

Koefisien Korelasi (R)

Cl‑

kamu=20,42722x-1,88512

0,99992

Sdr

kamu=7,38112x – 0,41457

0,99959

SAYA-

kamu=3,71627x – 0,22834

0,99980

2.1.2 Uji Sampel

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 2. Kromatogram Klorida dalam Sampel Diencerkan 1000 kali lipat

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 3. Kromatogram Bromida dalam Sampel Diencerkan 50 kali lipat

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 4. Kromatogram Iodida dalam Sampel (tanpa pengenceran)

Tabel 3. Hasil Analisis Pengujian Sampel

Menggabungkan

Kl

Sdr

Nama Sampel

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

1

11.759

1000

11.759

3.705

50

185.25

2

11.741

1000

11.741

3.704

50

185.20

3

11.769

1000

11.769

3.715

50

185,75

4

11.766

1000

11.766

3.709

50

185.45

5

11.836

1000

11.836

3.644

50

182.20

6

11.824

1000

11.824

3.704

50

185.20

7

11.833

1000

11.833

3.751

50

187,55

Rata-rata

11.79

1000

11790

3.705

50

185.25

RSD (%)

0,337

/

/

0,850

/

/


Menggabungkan

SAYA-

Nama Sampel

Waktu Retensi (mnt)

Daerah Puncak(μS*s)

Hasil (mg/L)

1

29.920

7.363

2.043

2

29.910

7.393

2.051

3

29.953

7.363

2.043

Rata-rata

29.297

7.373

2.046

RSD (%)

0,075

0,235

0,226

Catatan: Karena adanya kotoran yang berlebihan pada sampel yang tidak diencerkan, hanya tiga suntikan yang dilakukan untuk penentuan konsentrasi iodida. RSD waktu retensi klorida dan bromida masing-masing adalah 0,035% dan 0,033%, dan RSD area puncak masing-masing adalah 0,339% dan 0,866%.

2.2 Pengujian Kation

2.2.1 Kalibrasi Kurva Standar

Tabel 4

Gradien Konsentrasi Seri Kurva Standar (mg/L)

Senyawa

Kurva Standar 1

Standar

Kurva 2

Standar

Kurva 3

Standar

Kurva 4

Standar

Kurva 5

Standar

Kurva 5

Tidak+

5

10

20

30

40

50

K+

0,5

1

2

4

6

8

mg2+

0,5

1

2

4

6

8

Ca2+

0,5

1

2

4

6

8

Sr2+

0,5

1

2

4

6

8

Ba2+

0,5

1

2

4

6

8

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 5. Kromatogram Overlaid Larutan Kalibrasi Kurva Standar untuk Kation

Tabel 5 Linearitas Kation

Menggabungkan

Persamaan Kalibrasi

Koefisien Korelasi (R)

Tidak+

kamu=19,07277x+14,37417

0,99979

K

kamu=12,52649x – 1,26417

1,00000

mg2+

kamu=35,33912x-8,40004

0,99975

Ca²

kamu=19,56433x – 1,84130

0,99957

Sr2+

kamu=8,81645x-3,48190

0,99963

Ba²

kamu=4,38298x – 1,83892

0,99973

2.2.2 Pengujian Sampel

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 6. Kromatogram Ion Natrium dan Kalsium dalam Sampel Diencerkan 500 kali lipat

kasus perusahaan terbaru tentang Penentuan Anion dan Kation di Air Limbah Minyak dengan Menggunakan Kolom Kromatografi NovaChrom

Gambar 7. Kromatogram Ion Kalium, Magnesium, Strontium, dan Barium dalam Sampel Diencerkan 50 kali lipat

Tabel 6 Contoh Data Uji

Menggabungkan

Tidak+

K+

Nama Sampel

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

1

8.606

500

4303

1.733

50

86,65

2

8.610

500

4305

1.738

50

86,90

3

8.571

500

4285.5

1.735

50

86,75

4

8.727

500

4363.5

1.731

50

86,55

5

8.668

500

4334

1.733

50

86,65

6

8.602

500

4301

1.733

50

86,65

7

8.612

500

4306

1.737

50

86,85

Rata-rata

8.628

500

4314

1.734

50

86,70

RSD (%)

0,337

/

 

0,144

/

/

Menggabungkan

Sr2+

Ba2+

Nama Sampel

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

Konsentrasi Terukur (mg/L)

Faktor Pengenceran

Konsentrasi Asli (mg/L)

1

4.854

50

242.7

1.749

50

87.45

2

4.856

50

242.8

1.779

50

88,95

3

4.850

50

242.5

1.779

50

88,95

4

4.830

50

241.5

1.760

50

88.00

5

4.844

50

242.2

1.768

50

88.40

6

4.825

50

241.3

1.779

50

88,95

7

4.866

50

243.3

1.755

50

87,75

Rata-rata

4.846

50

242.3

1.767

50

88.35

RSD (%)

0,301

/

/

0,712

/

/